Usaha

  1. Peluang Usaha Paruh Waktu

    www.vemmaindo2u.com/syan1
    Peluang usaha online paruh waktu
    Dapat income dari internet.

Kamis, 23 Desember 2010

10 Tips untuk Memilih Bisnis Rumahan

Memilih jenis usaha yang tepat adalah proses yang sulit bagi Anda yang baru mulai menjadi pengusaha. Banyak mimpi-mimpi ketika ingin memulai bisnis, namun tetap beku terutama karena Anda tidak tahu bisnis apa yang cocok ketika ide-ide itu muncul dalam benak Anda.

Berikut ini sepuluh tips tentang memilih bisnis rumahan yang mungkin cocok untuk Anda.

1. Daripada memilih bisnis pertama yang terlintas dalam pikiran Anda, coba luangkan waktu untuk mengeksplorasi berbagai pilihan. Pilih ide bisnis lainnya! Bacalah buku yang mungkin akan memberikan ide bisnis rumahan atau bisnis kecil, dan artikel atau majalah wirausaha dan marketing yang lagi tren dan ada permintaan pasar. Dengan pertumbuhan fenomenal dari Internet, informasi yang Anda butuhkan sekarang gampang Anda cari.

2. Cari tahu apa saja jenis bisnis yang menarik bagi Anda. Tentukan tujuan Anda, minat, keinginan dan kemampuan. Yang penting adalah bahwa Anda harus menikmati bisnis Anda tersebut. Pengusaha yang berhasil adalah mereka yang paling merasa bergairah terhadap apa yang mereka kerjakan. Anda tidak dapat merasa bergairah jika Anda tidak suka!

3. Pilih bisnis yang secara pribadi memuaskan serta menguntungkan. Meskipun Anda mungkin memiliki semangat dalam hobi atau kerajinan, cobalah mempertimbangkan potensi bisnisnya. Apakah Anda berpikir ada permintaan untuk itu? Apakah akan membawa Anda pada penghasilan berulang? Bagaimana potensi pasarnya, apakah sudah jenuh? Apakah ada hambatan untuk masuk? Apakah Anda memiliki skala ekonomi?

Mulailah sebuah bisnis yang menurut Anda memiliki potensi menguntungkan. Anda akan perlu melakukan banyak hitungan untuk menentukan kelangsungan keuangan bisnis Anda tersebut. Tentunya ini akan memerlukan analisa pasar dan melakukan analisis BEP, proyeksi keuangan awal yang menunjukkan jumlah pendapatan Anda yang harus bisa untuk menutupi pengeluaran Anda. Semuanya ini memerlukan tenaga ekstra, terutama jika Anda bukan ahli keuangan, tapi ini adalah salah satu langkah penting dalam menilai apakah bisnis yang Anda pilih bisa menghasilkan uang.

4. Pikirkan apakah Anda bisa dan ingin menangani setiap aspek bisnis. Ketika Anda memulai bisnis baru kecil Anda, Anda mungkin tidak memiliki kemewahan dari staf untuk membantu melengkapi dalam beberapa aspek bisnis Anda tersebut. Alih-alih hanya berfokus pada arah strategis bisnis, Anda mungkin diminta untuk mengumpulkan piutang, melacak pengeluaran, menerima panggilan pelanggan, dan melakukan ribuan tugas lainnya. Sadarlah akan tugas-tugas lain yang harus Anda lakukan dalam bisnis Anda.

5. Area. Gambarlah tata letak tempat kerja Anda. Ingat, Anda memulai bisnis di rumah untuk menghemat biaya overhead, sehingga memanfaatkan setiap sudut dan celah kemungkinan yang dapat Anda gunakan di rumah Anda. Jika Anda ingin memulai bisnis menghias kue, Anda harus memiliki dapur besar. Lupakan tentang memulai kelas instruksi dansa jika Anda tinggal di sebuah apartemen studio!

6. Pastikan bisnis Anda memenuhi standar keamanan yang tinggi terutama jika Anda mempunyai anak di rumah. Hal ini penting jika bisnis Anda berhubungan atau menggunakan bahan kimia dan zat berbahaya lainnya. Misalnya, menyimpan semua bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan karpet atau jok. Pindahkan bahan-bahan tersebut di tempat yang aman misalnya di garasi yang luar jangkauan anak-anak.

7. Periksa dengan agen asuransi untuk menentukan jenis pertanggungan asuransi bisnis yang Anda butuhkan. Ini adalah perencanaan yang baik untuk menentukan apa saja asuransi yang diperlukan untuk meminimalkan risiko dan melindungi bisnis Anda. Kategori Umum asuransi termasuk properti, perizinan, kewajiban, kesehatan, cacat, kompensasi pekerja, dan asuransi jiwa.

8. Pastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan di wilayah Anda. Kunjungi kantor pemerintah setempat Anda untuk melihat peraturan IMB atau perijinan usaha lainnya yang akan bisa mencegah Anda dari memilih lokasi tertentu. Hati-hati, perhatikan peraturan yang mengatur tanda-tanda usaha dan jenis usaha yang diizinkan di lokasi yang berbeda. Anda tidak ingin pemerintah datang mengetuk di depan pintu Anda meminta Anda untuk menghentikan operasi setelah Anda menghabiskan ribuan dekorasi dan memperlengkapi bisnis Anda!

9. Keluarga. Pilih sebuah bisnis yang memiliki karakteristik organisasi yang kompatibel dengan diri Anda atau memilih bisnis yang cocok dengan jadwal keluarga Anda. Jika Anda memiliki bayi baru lahir di rumah dan suami Anda bekerja penuh waktu, Anda harus mencari bisnis yang akan memungkinkan Anda untuk merawat bayi Anda. Bisnis yang akan memaksa Anda untuk aktif mencari klien keluar seperti usaha real estate mungkin tidak cocok untuk Anda saat ini.

10. Buat anggota keluarga Anda terlibat dalam bisnis dan bekerja bersama-sama untuk keberhasilannya! Setiap mimpi penggabungan rumah dan kantor, karir dan keluarga menjadi perpaduan simbiosis dari kebahagiaan yang harmonis. Tidak mudah memang, tetapi salah satu cara nya adalah melibatkan keluarga Anda dalam bisnis rumah Anda. Misalnya meminta anak remaja Anda untuk membantu mendesain situs Web Anda. Pasangan Anda dapat membantu dalam bernegosiasi dengan klien Anda. Yang paling penting adalah setiap orang dalam keluarga Anda menikmati pekerjaan tersebut dan membantu keberhasilan dalam bisnis Anda. ( phb )

Copyright by lasembiz.com

Minggu, 19 Desember 2010

partnership

Countries take first steps to implement their partnership to combat deforestation

20/08/2010 // Norway finances establishment and start-up activities of Indonesian REDD+ Agency with USD 30 million contribution.

The government of Norway has agreed to transfer an initial contribution of USD 30 million through an international financing mechanism to finance Phase I of the Indonesia-Norway partnership on REDD+ (reducing emissions from deforestation and forest degradation) in Indonesia. The two sides signed a Letter of Intent in Oslo in May of this year outlining the framework for a USD 1 billion partnership to combat deforestation and forest degradation.

President Yudhoyono stated in Oslo that the partnership is well-aligned with Indonesia’s national efforts, and the global UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) pathway to build a viable system to reduce emissions from deforestation and peat land conversion. Indonesia is confident that by working with the people and government of Norway, Indonesia can push further both the international negotiation and concrete REDD+ programs on the ground to tackle the global challenge of climate change.



A two-day meeting between Indonesia and Norway delegations took place in Jakarta on August 18 and 19 to discuss the implementation of Phase I of the partnership, which include the establishment of an Indonesian REDD+ agency, development of a comprehensive national REDD+ strategy, implementation of an interim funding instrument, development of a monitoring, reporting and verification (MRV) framework, selection of a pilot province and the implementation of 2-year moratorium for new concessions on natural forests and peatland, commencing in 2011.

The Indonesian delegation was led by Dr Kuntoro Mangkusubroto, Head of the President’s Delivery Unit for Development Monitoring and Oversight, while the Norwegian delegation was lead by His Excellency, Eivind S. Homme, Norway’s Ambassador to Indonesia.

Dr Kuntoro, who was the Head of BRR (Rehabilitation and Reconstruction Agency) Aceh-Nias established after tsunami disaster in 2004, expressed his optimism towards the partnership, "The relationship and spirit of partnership between Norway and Indonesia has strong roots in the BRR work, where Norway was one of the first partner countries to make a commitment to the rehabilitation and rebuilding fund, and not only fulfilled their pledged amount, but also surpassed it. This REDD+ partnership is a mark of the continuous strong relationship between our two countries, and is only one of many future collaborative work efforts.”

”Indonesia under the leadership of President Yudhoyono is taking a global leadership role on climate change. Norway is honored to work with Indonesia in a Partnership built on mutual trust and respect, and a long time friendship,” stated ambassador Eivind Homme. “Our shared commitment to transparency, accountability and predictable contributions in return for agreed deliverables breaks new ground in international climate change collaboration. This meeting has brought us significantly forward and increased our confidence that a fully operational Partnership will be in place by the UNFCCC 16th COP (Conference of Parties) in Cancun.”

A task force will be set up to ensure that the implementation of the LoI reflects both Indonesian and Norwegian interests. Strong and coordinated action will be taken by committed ministries and departments to reach common objectives and goals and shifting mindsets and attitudes to climate change and to drive real and lasting impact on the ground.

The two governments agree that the moratorium, which will commence on January 1st 2011 and have a duration of 2 years, should be comprehensive enough to ensure reduced emissions. The Ministry of Forestry has already ceased the issuance of new licenses, and substantial work is currently being completed to ensure the best possible design of the moratorium. This effort will pave the way for reaching Indonesia’s goal of a 26 percent reduction in greenhouse gas emissions by 2020, increasing to 41 percent provided adequate international support is forthcoming.

The Indonesian national REDD+ strategy will be designed through an inclusive multistakeholder process. It will not only focus on addressing all significant drivers of deforestation, forest degradation and peatland conversion, but will also aim to implement low carbon economic growth strategies and will contain all necessary financial safeguards as well as environmental and social safeguards to protect communities and biodiversity. Norway will contribute to the financing of the policy and program infrastructure which will eventually generate revenue based on demonstrated GHG abatement.

The discussion also included the working model to be employed by Indonesia and Norway. Both parties expressed enthusiasm at the landmark partnership and commitment to engage in a collaborative relationship, and agreed to follow-up with a high-level meeting in September on the margins of the United Nations’ General Assembly. The Partnership will prepare Indonesia to tap into the wider international climate change funding in the future.

Back to top
Share on your network | print

Read more

* Minister Solheim visits Indonesia
* Indonesia-Norway extends their climate and forest partnership to other governments

Weather in Oslo
20 December 06:00 - 12:00
Sky symbol:3 -6°C Wind direction: 35, speed:8
Last updated: 19.December 22:30
Next update: 20.December 05:15

See more www.yr.no
Facts
Area: 385 155 km2
Population (as of 2009): 4 801 100

Capital: Oslo /59 56'N 10 41

Time zone:
CET (UTC+1)
Summer (UTC + 2)

Royal Norwegian Embassy in Jakarta

Menara Rajawali Building, 25th floor
Mega Kuningan
Jakarta 12950
Republic of Indonesia

Tel: + 62 21 576 1523/24. Fax: + 62 21 576 1537
E-mail: emb.jakarta@mfa.no

Embassy opening hours:
Monday to Friday 08.30 - 16.00

Visa section opening hours:
Monday to Thursday 09.00 - 12.00
Friday the visa section is closed.